Jumat, 14 Oktober 2011

SEPEDA BARUKU

Kemarin sore saya diajak Mama dan Papa ke kota.
Papa beli tiket pesawat ditravel.
Rencana Papa berangkat nanti Senin, 17 Oktober 2011.

Sesudah itu kami ke toko sepeda.
Rupanya saya mau dibelikan sepeda.
Waktu kenaikan ke kelas IV dulu Mama bilang mau kasih hadiah.
Jadi ini hadiah kenaikan kelas saya.

Banyak sekali sepeda di toko ini.
Model dan warnanya beraneka rupa.
Saya sampai bingung memilih yang mana.
Akhirnya dapat juga yang sesuai warna kesukaan saya, warna pink.
Modelnya juga bagus.
Mama dan Papa setuju dengan pilihan saya.

Setelah di setel dan dibayar, kami langsung pulang.
Sudah tidak sabar saya mencoba sepeda baru saya.

Senin, 25 Juli 2011

ADIKKU SAKIT LAGI

Sudah beberapa hari ini adikku sakit.
Dia sering mencret dan tidak mau makan.
Kalau makan sering muntah  - muntah.
Cuma air saja yang sering dia minta.

Kemarin sudah dibawa ke dokter untuk berobat.
Tapi kondisinya malah bertambah parah.
Badannya kelihatan jadi kurus dan matanya cekung.

Terpaksa dibawa ke dokter lagi.
Sama dokter disuruh supaya adikku diopname dirumah sakit.
Tentu saja Papa dan Mama bingung.
Soalnya pas hari ini baru mulai orang kerja bikin rumah.

Akhirnya dokter mengijinkan dirawat di rumah.
Tapi adikku harus dipasangi infus.
Suster datang untuk memasang infus dilengan adikku.

Waktu mau disuntik dengan jarum infus dia diam saja.
Tapi begitu jarumnya sudah masuk, dia langsung menangis meronta - ronta.
Aku jadi kasihan melihatnya.
Mama dan Papa memegangi lengannya, sementara suster memasang selang infus.

Sesudah dipasang infus dia masih tetap menangis.
Dia berusaha melepas selang infus dari tangannya.
Akhirnya dia tertidur.

Sorenya waktu bangun dia tidak menangis lagi.
Kesehatannya sudah mulai pulih.
Malah dia mau ikut anak - anak bermain dihalaman.
Terpaksa dituruti, sambil Mama memegangi selang infusnya dia lari kesana - kemari.

Malamnya Mama dan Papa bergantian menjaga waktu dia tidur.
Jangan sampai selang infus terlepas dari tangannya.
Mama yang jaga duluan sampe lewat tengah malam, sementara Papa tidur duluan.
Sesudah itu Papa bangun untuk jaga sampai pagi.

Pagi - pagi kondisinya sudah sehat.
Waktu suster datang untuk kontrol dia sudah bermain sambil bawa botol infus kesana - sini.
Pas suster bilang infus mau dilepas malahan dia yang nggak mau.

Sabtu, 09 Juli 2011

LIBUR PANJANG DI RUMAH SAJA

Sudah hampir 3 minggu ini sekolah diliburkan.
Libur mulai sesudah penerimaan rapor kenaikan kelas.
Selama liburan ini saya di rumah saja.

Sehari - hari saya bermain dengan adikku saja di rumah.
Atau bermain bersama teman - teman dekat runah.
Kadang - kadang membantu Mama kalau ada yang bisa saya kerjakan.

Teman - teman sekolahku ada yang pergi ke tempat wisata.
Saya ingin pergi juga bertamasya.
Tapi Mama tidak mengabulkan kalau cuma ikut orang lain.

Kalau bertamasya biasanya saya dan adik pergi bersama Papa dan Mama.
Sekarang Papa masih kerja dikapal.
Jadi Mama tidak mau pergi kalau Papa tidak ada.
Saya menurut saja apa yang Mama katakan.

Kadang saya ke rumah nenek yang di sawah.
Di sana saya memancing ikan di kolam.
Biasanya saya dapat ikan mas atau nila.
Ikannya saya bawa pulang ke rumah.
Itulah yang saya lakukan selama liburan ini.

Rabu, 06 Juli 2011

ADIKKU SEMBUH

Horeee,adikku Ilham sudah sembuh.
Sudah dua hari lalu dia sakit denam.

Badannya panas sekali.
Dia cuma tiduran saja,tidak mau main denganku.
Makannya juga sering tidak mau.

Aku jadi sedih melihatnya.
Aku jagain dia kalau tidur.
Kebetulan aku sedang libur 3 minggu sejak kenaikan kelas.

Kemarin dia sudah diajak mama berobat ke dokter.
Saya juga ikut berobat karena sakit batuk.

Sekarang dia sudah sembuh.
Sudah mau saya ajak main bersama lagi.
Saya senang dia sudah sembuh.
Alhamdulillah.....!!!

Selasa, 28 Juni 2011

RUMAH ADAT "BANTAYO PO BOIDE"

Ini adalah foto saya bersama adikku.
Waktu liburan dulu kami diajak Mama dan Papa ke kota Limboto.
Kami berkunjung ke rumah famili disana.

Selain itu kami juga jalan - jalan keliling kota.
Salah satu yang kami kunjungi adalah komplex perkantoran Bupati Gorontalo.
Diantara bangunan yang ada disitu terdapat rumah adat Gorontalo.

Nama rumah adat Gorontalo adalah Bantayo Poboide.
Saya dan adikku diajak berkeliling melihat dari dekat.
Rumah ini adalah rumah panggung yang terbuat dari kayu.
Halaman rumahnya luas sekali.
Ada taman dipenuhi dengan bunga warna - warni.

Fungsinya sekarang adalah sebagai tempat bagi pemangku adat Gorontalo untuk bermusyawarah.
Biasanya kalau ada masalah penting para pemangku adat berkumpul disini untuk berembuk merumuskan masalahnya.
Itu yang Papa bilang kepada saya.

Senin, 27 Juni 2011

SELAMAT ULANG TAHUN ANAKKU

Assalamu alaikum.
Selamat malam anakku.
Adakah kau masih terjaga?
Berebut mainan dengan adikmu?
Atau sudah terlena dalam mimpimu?

Maafkan Papamu.
Yang hampir selalu alpa untuk hadir.
Di setiap hari istimewamu.
Di saat - saat yang kau butuhkan.

Ingin rasanya untuk selalu dekat.
Melihat tawa dan tangismu.
Memanjakanmu setiap waktu.

Di hari istimewamu.
Ulang tahunmu yang ke 9 ini.
Papa mengucap doa dari jauh.
Dengan setulus hati.
Pengharapan seorang ayah.

Semoga kau senantiasa dalam lindunganNya.
Menjadi anak yang berbakti.
Dan taat dalam kesalehan.
Amiiiin.

ULANG TAHUNKU YANG KE 9

Hari masih pagi tapi saya sudah bangun.
Walau masih dingin saya langsung mandi.
Mama sibuk memasak didapur.
Adikku Ilham masih tidur pulas.

Habis mandi saya ganti baju.
Tapi bukan mau pergi ke sekolah.
Sekarang sedang libur habis penerimaan rapor.
Saya bersama teman - teman naik ke kelas IV.

Tentu saja saya senang.
Tapi hari ini saya lebih senang lagi.
Karena hari ini saya berulang tahun yang ke 9.

Tadi papa sudah mengirim sms selamat ulang tahun buat saya.
Papa sedang bekerja dikapal dan belum bisa pulang.
Saya cukup senang walau papa cuma kirim sms.

Jam 08.00 teman - teman tetangga dekat sudah datang ke rumah.
Memang hanya mereka yang di undang.
Tidak lama kemudian pak Ustad yang di undang Mama sudah datang.
Beliau membacakan doa selamat untuk saya.

Sesudah itu kami makan bersama nasi kuning dan kue yang dimasak mama.
Hanya hidangan seadanya saja.
Tidak ada kue ulang tahun dan pesta yang meriah.
Tapi saya tetap senang dan bahagia.
Sekarang saya sudah 9 tahun.
Saya bukan anak kecil lagi yang hanya tahu merengek.