Jumat, 25 November 2011

Ulang Tahun ke3 Adikku

Hari ini Jum'at tanggal 25 November 2011.
Adikku Ilham berulang tahun hari ini.
Ini adalah ulang tahunnya yang ke 3.

Tidak ada acara istimewa tiap ulang tahun saya atau adikku.
Mama biasanya hanya mengundang teman - teman tetangga dekat.
Lalu mengundang pak Imam untuk doa selamatan.
Lalu kita makan nasi kuning dan tumpeng buatan Mama.

Begitu juga untuk ulang tahun adikku hari ini.
Tapi saya ingin memberi hadiah kepadanya.
Kebetulan uang saku ke sekolah saya sisakan.
Jadi saya belikan makanan ringan.
Tapi belum sempat saya bungkus rapi dengan kertas kado.

Jadi buru - buru saya siapkan.
Saya sembunyi dikamar untuk membungkus kado sebelum saya kasih sama dia.
Tiba - tiba dia muncul dan melihat apa yang sementara saya kerjakan

Dia langsung merengek minta.
Mungkin dia kira itu untuk orang lain.
Saya kasih saja sebuah dan sisanya saya bungkus lagi.
Tapi dengan cepat dihabiskannya.
Lalu dia minta lagi yang sementara saya rapikan bungkus kadonya.

Tentu saja saya tidak kasih.
Karena doa selamatannya nanti sore.
Rencana nanti saya mau kasih kalau sudah selasai doa selamatan saat acara makan bareng teman - temam.

Tapi dia tidak mau dibilang nanti.
Maunya dia minta sekarang.
Karena saya tidak kasih, dia memangis.
Terpaksa saya kasih saja semua.
Daripada dia merengek terus.
Lagipula itu memang kado untuk dia.

Selamat Ulang Tahun Adikku.

Maafkan kakak sudah membuat kau menangis dihari ulang tahunmu.

Sabtu, 15 Oktober 2011

BELAJAR NAIK SEPEDA

Tadi sore saya belajar naik sepeda.
Tempatnya dilapangan sepak bola.
Lapangannya luas, jadi bagus untuk belajar.
Saya belajar untuk menyetir dan mengayuh.
Papa memegang sepeda dari belakang.
Supaya saya tidak jatuh.

Susah sekali menyeimbangkan badan kalau
sepeda sudah jalan.
Tangan saya terasa kaku menyetir.
Kalau tidak dipegang Papa, tentu akan jatuh.

Teman - teman sekolah saya yang lagi bermain menonton.
Mereka tertawa melihat gaya saya.
Dari belakang mereka berlari mengikuti saya.

Setelah agak lama saya sudah mulai bisa sendiri.
Papa melepas pegangannya di sepeda tanpa saya tahu.
Tapi cuma sekitar 10 meteran dilepas, saya kehilangan keseimbangan dan mau jatuh.
Tapi lumayan sudah mulai bisa.
Sekarang waktunya untuk pergi belajar mengaji.
Belajar naik sepeda nanti besok lagi.

Jumat, 14 Oktober 2011

SEPEDA BARUKU

Kemarin sore saya diajak Mama dan Papa ke kota.
Papa beli tiket pesawat ditravel.
Rencana Papa berangkat nanti Senin, 17 Oktober 2011.

Sesudah itu kami ke toko sepeda.
Rupanya saya mau dibelikan sepeda.
Waktu kenaikan ke kelas IV dulu Mama bilang mau kasih hadiah.
Jadi ini hadiah kenaikan kelas saya.

Banyak sekali sepeda di toko ini.
Model dan warnanya beraneka rupa.
Saya sampai bingung memilih yang mana.
Akhirnya dapat juga yang sesuai warna kesukaan saya, warna pink.
Modelnya juga bagus.
Mama dan Papa setuju dengan pilihan saya.

Setelah di setel dan dibayar, kami langsung pulang.
Sudah tidak sabar saya mencoba sepeda baru saya.

Senin, 25 Juli 2011

ADIKKU SAKIT LAGI

Sudah beberapa hari ini adikku sakit.
Dia sering mencret dan tidak mau makan.
Kalau makan sering muntah  - muntah.
Cuma air saja yang sering dia minta.

Kemarin sudah dibawa ke dokter untuk berobat.
Tapi kondisinya malah bertambah parah.
Badannya kelihatan jadi kurus dan matanya cekung.

Terpaksa dibawa ke dokter lagi.
Sama dokter disuruh supaya adikku diopname dirumah sakit.
Tentu saja Papa dan Mama bingung.
Soalnya pas hari ini baru mulai orang kerja bikin rumah.

Akhirnya dokter mengijinkan dirawat di rumah.
Tapi adikku harus dipasangi infus.
Suster datang untuk memasang infus dilengan adikku.

Waktu mau disuntik dengan jarum infus dia diam saja.
Tapi begitu jarumnya sudah masuk, dia langsung menangis meronta - ronta.
Aku jadi kasihan melihatnya.
Mama dan Papa memegangi lengannya, sementara suster memasang selang infus.

Sesudah dipasang infus dia masih tetap menangis.
Dia berusaha melepas selang infus dari tangannya.
Akhirnya dia tertidur.

Sorenya waktu bangun dia tidak menangis lagi.
Kesehatannya sudah mulai pulih.
Malah dia mau ikut anak - anak bermain dihalaman.
Terpaksa dituruti, sambil Mama memegangi selang infusnya dia lari kesana - kemari.

Malamnya Mama dan Papa bergantian menjaga waktu dia tidur.
Jangan sampai selang infus terlepas dari tangannya.
Mama yang jaga duluan sampe lewat tengah malam, sementara Papa tidur duluan.
Sesudah itu Papa bangun untuk jaga sampai pagi.

Pagi - pagi kondisinya sudah sehat.
Waktu suster datang untuk kontrol dia sudah bermain sambil bawa botol infus kesana - sini.
Pas suster bilang infus mau dilepas malahan dia yang nggak mau.

Sabtu, 09 Juli 2011

LIBUR PANJANG DI RUMAH SAJA

Sudah hampir 3 minggu ini sekolah diliburkan.
Libur mulai sesudah penerimaan rapor kenaikan kelas.
Selama liburan ini saya di rumah saja.

Sehari - hari saya bermain dengan adikku saja di rumah.
Atau bermain bersama teman - teman dekat runah.
Kadang - kadang membantu Mama kalau ada yang bisa saya kerjakan.

Teman - teman sekolahku ada yang pergi ke tempat wisata.
Saya ingin pergi juga bertamasya.
Tapi Mama tidak mengabulkan kalau cuma ikut orang lain.

Kalau bertamasya biasanya saya dan adik pergi bersama Papa dan Mama.
Sekarang Papa masih kerja dikapal.
Jadi Mama tidak mau pergi kalau Papa tidak ada.
Saya menurut saja apa yang Mama katakan.

Kadang saya ke rumah nenek yang di sawah.
Di sana saya memancing ikan di kolam.
Biasanya saya dapat ikan mas atau nila.
Ikannya saya bawa pulang ke rumah.
Itulah yang saya lakukan selama liburan ini.

Rabu, 06 Juli 2011

ADIKKU SEMBUH

Horeee,adikku Ilham sudah sembuh.
Sudah dua hari lalu dia sakit denam.

Badannya panas sekali.
Dia cuma tiduran saja,tidak mau main denganku.
Makannya juga sering tidak mau.

Aku jadi sedih melihatnya.
Aku jagain dia kalau tidur.
Kebetulan aku sedang libur 3 minggu sejak kenaikan kelas.

Kemarin dia sudah diajak mama berobat ke dokter.
Saya juga ikut berobat karena sakit batuk.

Sekarang dia sudah sembuh.
Sudah mau saya ajak main bersama lagi.
Saya senang dia sudah sembuh.
Alhamdulillah.....!!!

Selasa, 28 Juni 2011

RUMAH ADAT "BANTAYO PO BOIDE"

Ini adalah foto saya bersama adikku.
Waktu liburan dulu kami diajak Mama dan Papa ke kota Limboto.
Kami berkunjung ke rumah famili disana.

Selain itu kami juga jalan - jalan keliling kota.
Salah satu yang kami kunjungi adalah komplex perkantoran Bupati Gorontalo.
Diantara bangunan yang ada disitu terdapat rumah adat Gorontalo.

Nama rumah adat Gorontalo adalah Bantayo Poboide.
Saya dan adikku diajak berkeliling melihat dari dekat.
Rumah ini adalah rumah panggung yang terbuat dari kayu.
Halaman rumahnya luas sekali.
Ada taman dipenuhi dengan bunga warna - warni.

Fungsinya sekarang adalah sebagai tempat bagi pemangku adat Gorontalo untuk bermusyawarah.
Biasanya kalau ada masalah penting para pemangku adat berkumpul disini untuk berembuk merumuskan masalahnya.
Itu yang Papa bilang kepada saya.